Kualitas udara di sekitar proyek konstruksi, area jembatan, maupun zona aktivitas pekerja harus selalu dipantau untuk memastikan bahwa kondisi lingkungan tetap aman dan tidak membahayakan masyarakat maupun tenaga kerja. Di wilayah Babakan Madang, kegiatan pengambilan sampel udara menjadi salah satu langkah penting terutama pada lokasi yang dekat dengan konstruksi, perbaikan jembatan, pergerakan kendaraan alat berat, serta aliran air yang bisa membawa bau atau polutan
Pada kondisi lokasi terdapat struktur bawah jembatan, pipa utilitas, air yang keruh, material bangunan, dan aktivitas pekerja. Kondisi seperti ini sangat memungkinkan menghasilkan debu, gas berbahaya, dan bau dari air limbah, sehingga proses monitoring kualitas udara perlu dilakukan secara tepat dan terukur.
Artikel ini menjelaskan proses pengambilan sampel udara, alat yang digunakan, serta alasan kenapa pengukuran penting dilakukan di Babakan Madang, terutama pada lokasi titik yang sudah di tentukan.
- Alasan Pentingnya Pengambilan Sampel Udara di Lokasi Seperti Babakan Madang. Kondisi lokasi dapat kita liat dengan beberapa aspek:
- Air yang keruh dapat mengeluarkan bau amonia atau hidrogen sulfida.
- Banyaknya pipa utilitas berpotensi mengeluarkan gas kecil bila ada kebocoran.
- Area konstruksi menimbulkan debu halus (PM10/PM2.5).
- Struktur besi berkarat dapat berkontribusi pada partikel metal kecil.
- Aktivitas pekerja dan alat berat meningkatkan paparan emisi.
Karena itu, pengambilan sampel udara dilakukan untuk:
a. Menilai kualitas udara ambien
Dalam mengukur dapat mengetahui apakah kondisi udara masih memenuhi ambang batas aman menurut PP No. 22 Tahun 2021 lampiran baku mutu lingkungan.
b. Melindungi kesehatan pekerja
Tempat yang memiliki Lingkungan yang kurang sehat dapat berbahaya bagi pekerja ataupun penduduk sekitar seperti debu, gas beracun, dan bau menyengat dapat mengakibatkan iritasi dan gangguan pernapasan.
c. Menentukan strategi pengendalian debu dan polutan
Misalnya penyiraman, pemasangan penyaring udara, atau penutupan area tertentu.
d. Mengidentifikasi risiko dari kebocoran utilitas
Pipa gas, air limbah, atau kabel listrik berpotensi menghasilkan polutan udara.
2. Jenis-jenis polutan udara yang diteliti
Polutan berupa partikulat debu, Gas berbahaya, Bau tidak sedap, Logam berat terhirup merupakan jenis-jenis yang akan di uji untuk dapat mengetahui bagaimana kondisi di lokasi, seperti berikut :
- Partikulat Debu
- PM10 dan PM2.5 dari tanah, batu, semen, atau karat besi.
- Sangat berbahaya karena dapat masuk ke paru-paru.
2. Gas Berbahaya
- H2S (Hidrogen sulfida) – sering muncul dari air keruh atau limbah.
- NH3 (Amonia) – berasal dari saluran air kotor.
- CO dan CO₂ – dari kendaraan dan alat berat.
3. Bau Tidak Sedap
Diuji menggunakan sensor khusus atau metode penilaian bau.
4. Logam Berat terhirup
Bila ada proses pengikisan struktur besi.
3. Alat yang digunakan untuk pengambilan sampel Udara
Dalam pengambilan sample polutan dibutuhkan beberapa alat yang biasa digunakan untuk pengambilan sample, adapun beberapa alat yang akan digunakan sebagai berikut:
- High Volume Air Sampler (HVAS)
Alat untuk mengukur partikulat (PM10/PM2.5) dalam jumlah besar. Cocok digunakan dengan kondisi di bawah jembatan dengan kondisi tanah yang lapang
Fungsi:
- Menyedot udara selama beberapa jam.
- Menangkap debu pada filter untuk diuji di laboratorium.
2. Gas Detector / Multi Gas Analyzer
Alat portabel untuk mendeteksi gas berbahaya, dapat digunakan untuk lokasi yang terlalu banyak benda asing, air tidak jernih (keruh), karena dapat memiliki gas H₂S yang tinggi
Mendeteksi:
- H₂S
- NH₃
- CO
- CH₄
- VOC (Volatile Organic Compounds)
3. Personal Dust Sampler
Dipakai pekerja untuk mengetahui paparan debu individu selain itu juga aman untuk kondisi dengan pekerja yang sibuk dilokasi pengambilan sample
4. Lembar Filter Udara
Digunakan untuk menangkap partikulat pada HVAS atau alat lainnya.
5. Anemometer
Mengukur arah dan kecepatan angin untuk mengetahui pergerakan polutan udara.
6. Smoke Tester
Untuk mengetahui apakah ada kebocoran gas dari pipa utilitas.
4. Proses Pengambilan Sampel Udara
Berikut tahapan standar pengambilan sampel udara ambien di lapangan:
- Survei Lokasi
Petugas memeriksa kondisi lapangan untuk menentukan titik pengambilan sampel terbaik. Bisa di dekat pipa utilitas, dekat dengan air, selain itu sedang ada pekerjaan di lokasi
2. Penentuan Parameter Udara
Parameter meliputi:
- debu PM10/PM2.5
- H₂S
- amonia
- bau
- VOC
3. Pemasangan Alat
HVAS atau gas analyzer dipasang di titik tertentu, tidak terhalang bangunan atau tertutup.
4. Pengambilan Sampel
Waktu sampling biasanya:
- 6 jam
- 12 jam
- 24 jam
Sampel debu terkumpul pada filter, sedangkan data gas terekam otomatis.
5. Analisis Laboratorium
Sampel filter diuji untuk:
- kadar debu
- logam berat
- mikro partikel lain
Gas dianalisis di alat atau laboratorium memakai metode kromatografi.
6.Pelaporan dan Evaluasi
Hasilnya dibandingkan dengan standar baku mutu lingkungan.
Jika melebihi ambang batas → dilakukan tindakan mitigasi.
5. Tantangan Pengambilan Sampel UDara di Lokasi Seperti Gambar
Berdasarkan kondisi yang tampak, tantangan utama adalah:
a. Lokasi sempit dan banyak utilitas
Pipa saling bertumpuk membuat pemasangan alat harus hati-hati.
b. Air keruh menghasilkan gas berbahaya
Pekerja harus menggunakan masker dan sensor gas.
c. Debu tinggi karena material konstruksi
Filter cepat kotor sehingga alat harus dibersihkan lebih sering.
d. Potensi kebocoran pipa
Gas detector wajib digunakan.
6. Pentingnya Pengambilan Sampel Udara untuk Kesehatan dan Lingkungan
Hasil pemantauan udara dapat digunakan untuk:
- Menentukan penggunaan masker N95 bagi pekerja.
- Menyusun SOP keselamatan kerja di area jembatan.
- Mengendalikan debu dengan penyiraman rutin.
- Menilai risiko bagi warga yang melintas.
- Memberi rekomendasi perbaikan sistem drainase agar tidak menghasilkan gas beracun.
Dengan kata lain, pengambilan sampel udara membantu mencegah:
- penyakit pernapasan,
- iritasi mata dan kulit,
- ledakan (jika gas mudah terbakar),
- kerusakan lingkungan.
Kesimpulan
Proses pengambilan sampel udara di Babakan Madang, terutama pada area yang mirip dengan gambar seperti bawah jembatan dengan air keruh, pipa utilitas, dan konstruksi aktif, adalah langkah penting untuk menjaga kualitas udara dan keselamatan pekerja. Dengan menggunakan alat seperti HVAS, gas analyzer, dan personal dust sampler, petugas dapat menilai kondisi udara secara akurat. Hasilnya digunakan untuk mengambil keputusan teknis, mencegah risiko kesehatan, dan menjaga keberlanjutan lingkungan.
Sumber
- PP No. 22 Tahun 2021 — Baku Mutu Udara Ambien
- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan – Pedoman Pemantauan Kualitas Udara
- WHO Air Quality Guidelines (2016)
- SNI 19-7119 tentang Pengambilan Sampel Udara Ambien




Leave a Reply