Hari Gunung Sedunia

·

·

,

Setiap tanggal 11 Desember, dunia memperingati Hari Gunung Sedunia (International Mountain Day). Peringatan ini bukan sekadar tanggal istimewa dalam kalender internasional, tetapi merupakan momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat global tentang peran krusial gunung dan ekosistemnya dalam menopang kehidupan di planet ini. Dari fungsi ekologis, sosial hingga ekonomi, gunung memainkan peran besar dalam sistem alam dan bagi jutaan komunitas manusia yang hidup di sekitarnya.

Hari Gunung Sedunia secara resmi ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 2003, yang dirayakan setiap tahun dengan tema tertentu guna mengangkat isu-isu terkait pegunungan dan pembangunan berkelanjutan. INTERNATIONAL DAYS+1

Akar dari peringatan ini bermula pada tahun 1998, ketika PBB menyatakan 2002 sebagai Tahun Internasional Pegunungan (International Year of Mountains) untuk meningkatkan perhatian terhadap isu kemajuan pembangunan berkelanjutan di daerah pegunungan. Keberhasilan kampanye ini kemudian mengarah pada keputusan lebih permanen.

Melalui Resolusi Majelis Umum PBB 57/245, tanggal 11 Desember ditetapkan sebagai Hari Gunung Internasional sejak tahun 2003. PBB mendorong semua negara anggota, organisasi, komunitas, hingga individu untuk merayakakan hari ini guna membangun kesadaran tentang keuntungan dan tantangan pembangunan pegunungan secara berkelanjutan. un.org

Sejak saat itu, Hari Gunung Sedunia diperingati setiap tahun oleh berbagai negara dengan beragam kegiatan yang terkait dengan pelestarian alam, advokasi masyarakat adat pegunungan, penelitian ilmiah, dan aksi kolektif untuk mitigasi ancaman lingkungan.

Gunung bukan sekadar pemandangan indah atau destinasi wisata — mereka merupakan pilar ekologi dan sumber kehidupan secara global. Beberapa alasan utama pentingnya gunung antara lain:

Gunung berperan sebagai “menara air” dunia. Mereka menyimpan dan memasok air tawar melalui sungai-sungai yang mengalir dari puncak pegunungan menuju dataran rendah. Sekitar 70% air tawar dunia berasal dari pegunungan, yang menjadi sumber air minum, irigasi pertanian, dan kebutuhan dasar manusia lainnya. un.org

Pegunungan adalah rumah bagi sejumlah besar spesies flora dan fauna yang unik, termasuk banyak yang endemik — hanya ditemukan di wilayah tertentu. Mereka juga menyediakan habitat penting bagi kehidupan liar yang tidak ditemukan di tempat lain. INTERNATIONAL DAYS

Diperkirakan sekitar 15% populasi dunia tinggal di wilayah pegunungan. Komunitas ini memiliki budaya, bahasa, tradisi, dan pengetahuan lokal yang kaya dan beragam. Kehidupan mereka sering bergantung pada sumber daya alam pegunungan, seperti air, tanah subur, dan hasil hutan. un.org

Gunung menjaga keseimbangan iklim, menyimpan karbon penting dalam bentuk vegetasi dan tanah, serta menyediakan jasa lingkungan seperti perlindungan terhadap erosi tanah, penyerapan karbon, dan pengaturan arus air. INTERNATIONAL DAYS

Walaupun berperan vital, gunung dan ekosistemnya menghadapi beragam ancaman serius:

Pemanasan global menyebabkan pencairan gletser yang lebih cepat, bahkan di sejumlah wilayah dunia gletser diperkirakan akan hilang dalam dekade mendatang jika tren emisi global tidak berkurang. Perubahan ini mengancam pasokan air minum, pertanian, dan keseimbangan ekosistem. Pusat Warisan Dunia UNESCO

Aktivitas manusia seperti deforestasi, pertambangan, dan pembangunan tanpa perencanaan berkelanjutan dapat mempercepat erosi tanah, hilangnya habitat, dan menurunkan produktivitas lahan pegunungan. un.org

Menurut penelitian global, hingga 84% spesies pegunungan berisiko punah akibat perubahan iklim dan tekanan habitat. Ini memiliki implikasi besar bagi keanekaragaman hayati secara keseluruhan. INTERNATIONAL DAYS

Banyak komunitas pegunungan hidup dalam kondisi rentan, dan perubahan lingkungan yang cepat dapat memaksa migrasi, mengancam mata pencaharian tradisional, serta memperburuk ketidaksetaraan sosial.

Setiap tahun, peringatan ini memiliki tema khusus yang menyoroti isu tertentu:

  • Tema Hari Gunung Internasional 2025: “Glaciers matter for water, food and livelihoods in mountains and beyond” — menekankan peran penting gletser dalam menyediakan air, ketahanan pangan, dan kehidupan masyarakat, serta perlunya upaya pelestarian gletser di tengah perubahan iklim. un.org

Tema-tema ini membantu memperluas diskusi global tentang tantangan dan solusi yang diperlukan untuk pembangunan berkelanjutan di wilayah pegunungan.

Perayaan Hari Gunung Sedunia melibatkan berbagai kegiatan yang bertujuan untuk mendukung kesadaran, konservasi, dan aksi nyata:

Institusi seperti FAO, PBB, universitas, dan LSM mengadakan seminar internasional atau lokal yang membahas isu-isu pegunungan, penelitian ilmiah, serta strategi adaptasi terhadap perubahan iklim. FAOHome

Hashtag seperti #MountainsMatter digunakan di media sosial untuk menyebarkan pesan tentang pentingnya gunung, berbagi foto, video, dan cerita dari pegunungan di seluruh dunia. FAOHome

Aktivitas lapangan seperti penanaman pohon, pembersihan sampah di area pegunungan, atau program edukasi di sekolah-sekolah membantu masyarakat setempat lebih terlibat dalam pelestarian lingkungan.

Acara budaya, festival, dan pameran foto membantu menampilkan kekayaan budaya komunitas pegunungan serta meningkatkan apresiasi terhadap nilai ekologis dan sosial pegunungan.

Perayaan ini semakin menekankan pentingnya peran komunitas lokal dan generasi muda. Komunitas adat di pegunungan memiliki pengetahuan lokal yang tak ternilai tentang pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan — termasuk teknik pertanian tradisional, pemeliharaan tanah, dan pola adaptasi terhadap cuaca ekstrem.

Generasi muda di pegunungan dan kota besar juga diajak untuk menjadi agen perubahan — melalui pendidikan lingkungan, inovasi berbasis teknologi untuk pemantauan gunung, serta advokasi kebijakan publik yang mengintegrasikan aspek sosial-ekologis pegunungan dalam perencanaan pembangunan jangka panjang.

Peringatan ini bukan sekadar momen simbolik, tetapi alat strategis untuk mendorong implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya:

  • SDG 6: Air bersih dan sanitasi
  • SDG 13: Aksi terhadap perubahan iklim
  • SDG 15: Kehidupan di darat (termasuk menjaga keanekaragaman hayati pegunungan)

Hari Gunung Sedunia mendukung pendekatan lintas sektor — memadukan konservasi lingkungan, inklusi sosial, dan kesejahteraan ekonomi masyarakat pegunungan.

Dengan semakin meningkatnya tekanan lingkungan seperti perubahan iklim dan eksploitasi sumber daya berlebihan, aksi nyata diperlukan di semua tingkatan:

  • Pemerintah perlu mengintegrasikan data ilmiah dan nilai lokal dalam kebijakan pembangunan.
  • Sektor swasta dapat berinvestasi dalam teknologi ramah lingkungan dan solusi yang mendukung penghidupan masyarakat pegunungan.
  • Komunitas global dapat memperluas ruang diskusi tentang perlindungan gunung menjadi kampanye aksi kolektif.
  • Masyarakat umum dapat menyuarakan dukungan melalui media sosial, edukasi publik, dan kegiatan sukarela yang berdampak.

Hari Gunung Sedunia, yang diperingati setiap 11 Desember, menjadi pengingat penting bahwa gunung adalah bagian tak terpisahkan dari jaringan kehidupan di Bumi — sebagai sumber air, keanekaragaman hayati, budaya masyarakat adat, serta penopang kehidupan jutaan orang. Melalui peringatan ini, dunia diharapkan semakin sadar akan perlunya konservasi dan pengelolaan berkelanjutan terhadap pegunungan agar manfaatnya dapat dinikmati oleh generasi sekarang dan yang akan datang. INTERNATIONAL DAYS

  1. International Mountain Day – International Days (Sejarah, makna, dan tujuan peringatan) INTERNATIONAL DAYS
  2. International Mountain Day – United Nations observance (Tema & peran gletser) un.org
  3. International Mountain Day – FAO (Koordinasi global dan aktivitas perayaan) FAOHome
  4. International Mountain Day – UN Background (Peran gunung dan ancaman global) un.org
  5. Hari Gunung Sedunia (versi lokal Indonesia) – Jurnas.com Jurnas